Online Peer Feedback and Learner Autonomy in EFL Writing Class

The information and communication technology has been utilized by most universities in Indonesia though it is rarely integrated in teaching and learning activities in classes. This paper, as part of a study to foster learner autonomy using technology based approach, investigated the roles of online peer feedback toward learner autonomy development. The data used in this study involved students’ interview transcriptions. The results showed that online peer feedback has facilitated students’ metacognitive strategies and enhanced their motivation to learn writing.

TEACHING COHESIVE TIES TO EFL STUDENTS

This paper presents how to teach cohesion to EFL students who take English for Academic Purposes (EAP) courses at the faculty of economics. The teaching is based on the assumption that the direct involvement of students in selecting course materials and intensive exposure to discourse of economic texts in reading practices can raise students’ awareness and knowledge of the way which the content of connected texts hangs together. This acquaintance can in turn make them have better comprehension of the text.

Students’ Recognition of Learning English Reading Mediated by Computer

Despite of Indonesian government’s initiative for enhancing technology in educational practices,
the use of computer to mediate teaching/learning seems to be hesitant. This paper is to expose students’ recognition of learning English reading mediated by computer. Case study was used as research design. Results of the research expose no evidence that students with better English background would be successful in this mode of learning reading. However, students who participate more in learning sessions tend to have better achievement in English reading. Furthermore, students recognize that computer mediated learning reading is interesting and brings benefits from the view point of learning flexibility, interactivity, variety of contents, and performance by which motivate them to complete their own learning. The absence of teacher falls into two: 1) teacher’s absence would lower students’ psychological burden, and 2) explanations from teacher remains needed in face-to-face interaction.

PEMBINAAN DUAFA DAN YATIM PIATU MELALUI KEGIATAN PRODUKTIF INTEGRATED FARMING DALAM WADAH KOPERASI

Hasil penelitian manajemen strategik sebagai ilmu pengetahuan yang kebenarannya relatife, dengan focus pada strategi usaha kecil dan mikro ternak sapi perah di Jawa Barat menginformasikan bahwa usaha kecil dan mikro yang mengalami kesenjangan faktor internal seperti permodalan, pemasaran, SDM, produksi, R&D dan kondisi lingkungan yang turbulence serta deversitas. Mereka akan dapat mencapai kinerja dengan optimal apabila menjalin aliansi strategis, yang sudah dikenal umum di Indonesia bahkan diamanatkan dalam UUD 45 adalah koperasi. Sebelum hubungan strategis dijalin, diperlukan proses untuk mengenali diri dari sisi internal dan dari lingkungan eksternal. Pengenalan diri dari sisi internal, akan menghasilkan pengetahuan dan kesadaran diri masing-masing calon pengusaha atau pengusaha atas seberapa dan dimana letak kekuatan dan kelemahan yang dimiliki untuk berbisnis. Sedangkan pengenalan diri dari sisi lingkungan eksternal, akan menghasilkan pengetahuan dan kesadaran seberapa besar dan dimana letak peluang yang bisa dimanfaatkan dan ancaman yang harus diantisipasi. Kedua sisi pengenalan diri tersebut memiliki makna yang dalam, lebih dari sekedar pengetahuan dan kesadaran, yaitu menjadi landasan berpijak yang menggambarkan kuatnya motivasi untuk mencapai tujuan usaha dan bagi yang akan menjalin hubungan strategis adalah kuatnya motivasi untuk menjalin hubungan strategis.
Hasil pengamatan pada wilayah sasaran yaitu daerah wisata Taman Cibodas, diperoleh informasi: 1) Banyak remaja putus sekolah yang sudah tidak memiliki ayah (yatim) atau ibu (piatu) dan anggota masyarakat lainnya yang memiliki potensi tetapi tidak memiliki akses untuk mengembangkan diri, 2) lingkungan alam yang subur dan penghasil sayuran berkualitas tinggi, menjadi peluang sebagai sarana bagi mereka untuk mengembangkan diri, 3) pertumbuhan ekonomi sekitar dan kondisi wilayah sebagai objek wisata dari dalam dan luar negeri, mendorong pada sikap hidup konsumtif yang apabila tidak didukung dengan pengetahuan keterampilan dan pembinaan akhlak spirit-religius akan berpeluang terjadinya generasi yang lemah. Oleh karenanya berdasar hasil pengamatan tersebut, dirasakan perlunya sentuhan manajemen dan mat ikhlas beribadah untuk membantu mewujudkan potensi menjadi upaya nyata, meningkatkan mutu hidup berbasis spirit islami.

Pengaruh Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Angkatan Kerja dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Propinsi Bangka Belitung

Tujuan dari pembangunan ekonomi Indonesia adalah terciptanya masyarakat yang adil dan makmur. Pengertian adil dan makmur ini sebenamya relatif, sehingga sulit dikuantifikasikan secara definitif. Pertumbuhan ekonomi yang mantap (steady growth) dengan hasil pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan bukannya segolongan elit masyarakat saja, merupakan dua hal yang amat dikehendaki (Soelistyo, dkk, 1981).
Pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan pekerjaan, pemerataan pembagian pendapatan, meningkatkan hubungan ekonomi antar daerah atau wilayah dan mengupayakan terjadinya pergeseran kegiatan ekonomi yang semula dari sektor primer, yaitu sektor yang bergantung pada jenis lapangan usaha pertanian serta pertambangan dan penggalian kepada sektor sekunder (lapangan usaha industri pengolahan, listrik, gas dan air minum, konstruksi atau bangunan) serta sektor tersier (lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, bank/lembaga keuangan, perusahaan persewaan, jasa pemerintahan dan jasa swasta).
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian suatu negara dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dari suatu periode ke periode berikutnya. Dari satu periode ke periode lainnya kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa akan meningkat yang disebabkan oleh faktor-faktor produksi yang selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitasnya. Menurut Sukirno (2004) dalam analisis makro, tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh suatu negara diukur dari perkembangan pendapatan nasional riil yang dicapai suatu negara/daerah.

ANALISIS MANAJEMEN PT. GARUDA FOOD

Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

THE ROLE OF ZAKAT IN NATIONAL ECONOMIC DEVELOPMENT

Islam is a recognized religion by Allah SWT. Islam is a proper religion to follow and implement in any epoch. The greatness of Islam is proven by its thoroughness. Islam is happiness in life and afterlife, Islam is ibadah and muamalahh, aqidah and sharia, civilization and tamaddun. The Islamic sharia was not only founded on aqidah and ibadah, Islamic sharia also put a large emphasis on positive effort in increasing mans’ standard of living through building understanding in economic and social activity.
Lately, with the advances in economic around the world, the economic activity is increasing in its complexities. A large portion of today youths are experiencing job and food shortage. The same phenomenon also happens in Indonesia. A lot of people had lost their job, in which more than 86% of Indonesian are Moslems. A lot of economic and social hardship will continue to exist if the economic condition did not recover. As an alternative solution for said problem, zakat is a viable solution to increase standard of living and stimulate spending. As such governmental political will to organize zakat at state level become important to increase awareness about zakat. Governmental role is very important to actualize the essential goal of zakat.

OVERCOMING JUVENILE DELINQUENCY AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH THE IMPLEMENTATION OF A CURRICULUM FOR COMMENDABLE MORALITY

The juvenile delinquency among high school students occurs in quarrels for no apparent reason. And sometime it leads to brawl between schools causing injury and even death of students. This troubling situation has made other students, teachers and parents and the community in general to be concerned and insecure. Religion value, spescifically speaking Islamic value that designated to be the alternative preventing tools seems difficult to ammalgamated to the existing educaional system in Indonesia. Using qualitative descriptive research, this research found out the difficulties are; first the insuficency of indonesian awarness at early parental education about morals adn good deed; second, the need of Islamic educational institution to improve the quality of teaching and learning program entirely.
Based on these findings the proposed solution from this research are; first at the societal level, the improvement of societal awarness to teach about living harmoniously, honestly, in well-mannered, and democratic model. Second, at the educational level, the teachers and educators need to be improved continually. Following the development era, for instance, they should have the knowledge of psychology development, mental hygiene, assessment and measurement, respect, sympathy,understanding the students as individual who needs special attention and supervision. And themost important is demonstrate a commendable attitude that could be the role model for the child attitude.
Conclusion : Empowerment of both societal and educational level is a crucial prerequisite for the succed of the formulation and implementation of the delinquency prevention program.

Fractions Division Knowledge of Elementary School Student: The Case of Lala

Division of fractions is often acknowledged by mysterious rule which is not based on conceptual knowledge. The purpose of the study was to explore elementary school student’s knowledge of division fractions. For this purpose, a case study was conducted. The participant of the study was Lala (pseudonym) who enrolled at one elementary school in East Jakarta. The data were collected by administering written test and semi-structured interview respectively. The findings of the study indicated that Lala was able to describe strategy of division fractions as inverse of repeated addition flexibly. She also had basic understanding of fractions division concept as equal sharing, but when she was challenged with advance problems, she performed poorly. Lala also encountered difficulty when dealing with dividing fraction by fraction problem in which she interpreted it as subtraction problem. In this case, her procedural knowledge was likely to be more salient than her conceptual knowledge.