Determination of Captopril in Rat Plasma by LC-MS/MS in Presence of Apigenin

To determine and validate of captopril in presence of apigenin by liquid chromatography-tandem mass spectrometry
(LC-MS/MS) in rat plasma. The captopril and apigenin were extracted from rat plasma by protein
precipitation with acetonitrile. Sample containing captopril and apigenin were analyzed by using LC-MS/MS with
C18 column Acquity® (100 mm×2�1 mm), 1.7 �m particles size column at 40 �C. The gradient system of mobile
phase composition was a mixture of 0.1% formic acid and acetonitrile (60; 40 v/v), with flow rate 0.3 ml/second.
Mass detection was performed on Waters Xevo Triple Quadrupole equipped with an electrospray ionization
(ESI) source in positive ion mode in the multiple reaction monitoring (MRM) modes. Captopril was detected
at m/z 415 > 216�16, apigenin was detected at m/z 271�13 > 153�07 and propranolol an internal standard was
detected at m/z 260 > 183�17. Results: The method was validated according to EMEA guidelines which showed
good reproducibility and linearity of 0.9992, the LLOQ were 10 ng/ml for captopril. The precision (%CV) value of
Within-run and between-run analysis is 3.90–10.90% and 3.77–8.13% whereas the accuracy (%diff) of captopril
was less than 20%. Stability studies revealed that captopril has been stable for 6 hours at room temperature,
three freeze-thaw cycles, and at least 120 days at −40 �C. Conclusion: The developed LC-MS/MS method
is valid to evaluate captopril in present of apigenin in vitro and meet the requirement of linearity, accuracy,
selectivity, precision, matrix effect, and stability according to EMEA 2011.

PERBANDINGAN PENGGUNAAN MINYAK ZAITUN, VCO DAN MINYAK JOJOBA TERHADAP SIFAT FISIK BALSEM STICK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) DAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SUBAKUT

Sifat fisik balsem stick dipengaruhi oleh komponen yang digunakan yaitu minyak, lilin dan lemak. Penggunaan minyak yang memiliki kandungan asam lemak yang berbeda akan mempengaruhi sifat fisik balsem stick. Pemilihan komponen yang tepat diharapkan akan menghasilkan titik lebur dan kekerasan yang baik dan sesuai dengan persyaratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minyak zaitun, VCO dan minyak jojoba terhadap sifat fisik balsem stick. Pengujian sifat balsem stick meliputi uji organoleptik, homogenitas, titik lebur dan kekerasan. Hasil pengujian sifat fisik ini diperoleh penggunaan VCO memiliki titik lebur dan kekerasan yang tinggi yaitu 56˚C dan 2,83 mm. Hasil data statistik menunjukkan sig <0,05 yang berarti terdapat perbedaan dari setiap formula. Balsem stick jintan hitam dari setiap fomula dilakukan aktivitas antiinflamasi subakut. Aktivitas antiinflamasi subakut menggunakan metode granuloma pouch dengan penginduksian karagenan. Parameter yang diamati adalah jumlah leukosit total. Hasil data statistik menunjukkan bahwa jumlah leukosit kontrol negatif berbeda bermakna pada seluruh kelompok (p<0,05). Ketiga formula juga menunjukkan jumlah leukosit totalnya berbeda bermakna dengan kelompok positif (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan perbedaan jenis minyak pada formula balsem stick jintan hitam tidak mempengaruhi aktivitas antiinflamasi dalam menurunkan jumlah leukosit total.

Pelatihan Pengelolaan Obat yang Tepat dan Benar di UKS Sekolah- Sekolah Muhammadiyah Wilayah DKI Jakarta

Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan agar para guru mampu mengelola obat yang tepat dan benar di UKS sekolah-sekolah Muhammadiyah Wilayah DKI Jakarta. Adapun manfaat dari pengabdian ini agar dapat meningkatkan derajat kualitas kesehatan di lingkungan sekolah. Target yang dicapai adalah peningkatan pemahamam para guru penanggung jawab UKS SD, SMP, SMA wilayah PWM DKI Jakarta dengan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang Obat (DAGUSIBU) sehingga dapat meningkatkan derajat kualitas kesehatan di lingkungan sekolah tersebut Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan cara yang sederhana yakni dengan metode ceramah (pemberian materi) dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningakatan pengetahuan dan pemahamam para guru penganggung jawab UKS SD, SMP, SMA wilayah PWM DKI Jakarta terhadap DAGUSIBU.

Utilization of Bromelain Enzyme from Pineapple Peel Waste on Mouthwash Formula Against Streptococcus mutans

The aim of this research was to apply bromelain enzyme from rough extract of Ananas
comosus (L.) Merr. peel into the mouthwash preparation and investigate the enzyme activity to
inhibit Streptococcus mutans growth.. The research method, bromelain was extracted by means
of a blended pineapple skin, the extract was filtrated and centrifuged to obtain a supernatant.
Enzyme activity was analyzed by spectrophotometer at 275 nm. Mouthwash formula which
involved different concentration of bromelain (20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 50%, and 60% (v/v))
was tested the antimicrobial activity by disc diffusion method. The results showed that the formula
with 35% enzyme was an effective in restricting the growth of Streptococcus mutans, with a
relative potential value of 100.40% compared to chlorhexidin 0.1% as possitive control.

PROGRAM BANK SAMPAH DENGAN MODEL DEM SEBAGAI STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SISWA SDN KELAPA DUA WETAN 06 PAGI JAKARTA TIMUR

Penelitian ini sebagai upaya menyelesaikan permasalahan dalam mengembangkan pendidikan
karakter melalui program bank sampah bagi siswa SDN Kelapa Dua Wetan 06 Pagi, Jakarta Timur.
Program bank sampah sebagai salah satu bentuk inkonsistensi warga sekolah dalam menerapkan karakter
peduli lingkungan. Tujuan penelitian adalah program bank sampah dapat membantu guru
menghubungkan konten mata pelajaran dengan dunia kehidupan yang sebenarnya, memotivasi siswa
untuk membangun hubungan antara pengetahuan dan penerapan pengelolaan sampah dalam kehidupan
mereka sehari-hari, mendidik siswa dan orang tua berwirausaha (Entrepreneurship) dalam mengolah
sampah bernilai ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan
menggunakan model DEM (Discrepancy Evaluation Model). Penerapan Model DEM pada penelitian ini
adalah: (a) tahap penyusunan desain Program Bank Sampah; (b) tahap instalasi penetapan kelengkapan
program; (c) tahap proses pelaksanaan dan pengukuran tujuan program bank sampah; (d) tahap produk
serta pembandingan program bank sampah dengan produk lainnnya; dan (d) pembuatan kebijakan atas
program bank sampah. Model DEM dalam program ini digunakan agar mampu menjawab dan
menjembatani masalah terkait dengan penyelenggaraan program bank sampah sebagai upaya
peningkatan pendidikan karakter bagi siswa SDN Kelapa Dua Wetan 06 Pagi, Jakarta Timur. Hasil
Program Bank Sampah diharapkan dapat menemukan/mengembangkan dan mencari solusi terhadap
permasalahan program bank sampah. Kegiatan Program Bank Sampah dapat membantu guru untuk
menghubungkan konten mata pelajaran dengan dunia kehidupan yang sebenarnya, memotivasi siswa
untuk membangun hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Membantu orang tua memanfaatkan sampah sisa/barang tidak terpakai, mendidik siswa dan orang tua
berwirausaha (Entrepreneurship)

PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM ALGINAT TERHADAP GEL EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) SEBAGAI INHIBITOR TIROSINASE

Daun teh hijau (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung
senyawa-senyawa polifenol seperti katekin dan galokatekin galat yang dapat digunakan
sebagai inhibitor tirosinase. Dalam penelitian ini ekstrak daun teh hijau dibuat menjadi
sediaan gel dengan menggunakan natrium alginat sebagai gelling agent. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi natrium alginat terhadap
penghambatan tirosinase pada gel ekstrak daun teh hijau. Gel dibuat menjadi 3 formula
dengan masing-masing konsentrasi natrium alginat berturut-turut sebesar 2; 2,5; 3%.
Ekstraksi daun teh hijau dilakukan dengan cara refluks menggunakan pelarut metanol
50%. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formula mempunyai nilai IC50 masing-masing
sebesar 34,80; 23,27; 20,69 μg/mL. Kesimpulan penelitian ini, bahwa sediaan dengan
natrium alginat 3% memberikan hasil penghambatan tirosinase yang paling baik dengan
IC50 sebesar 20,69 μg/mL.

Comparison of Carbopol 934 and 941 as Thickener on Diffusion Rate of Ketoconazole Microemulsion

Aim: This study aimed to compare the diffusion rate of ketoconazole in microemulsion containing carbopol 934 or carbopol 941 as a thickener.
Methods: Ketoconazole microemulsion was made into 7 formulas with various concentrations in each type of thickener, i.e 0.1%, 0.2%, 0.3%, and one formula without thickener. Each formula were evaluated includes organoleptic, pH measurement, viscosity, particle size, potential zeta, surface tension measurement, and diffusion test.
Results: The physical properties of ketoconazole microemulsion showed liquid to gel form, yellow in color, specific odor, pH was in the range of 7.00-7.65, viscosity ranged from 2196-26037 cps, particle size was 13.6-42.2nm, zeta potential was -9.12–18.44 mV, and surface tension 30.7-64 dyne / cm. The diffusion kinetics obtained followed by the higuchi equation for the use of the two thickener, while the ketoconazole microemulsion without thickener (F1) followed the Korsmeyer-peppas equation with a diffusion rate of 9.444 %/minute. The diffusion rate of ketoconazole microemulsion with carbopol 934 (F2, F3, F4) were 4.354, 4.638, and 4.847 %/minute, respectively. Meanwhile, the diffusion rate using carbopol 941 (F5, F6, F7) were 4.695, 4.742, 4.751 %/minute, respectively.
Conclusion: It can be concluded that the diffusion rate (sig ˂ 0,05,) of ketoconazole in microemulsion containing carbopol 941 was faster than diffusion rate of microemulsion containing carbopol 934 at the same concentration in the microemulsion system.

PENGARUH E-SERVICE QUALITY DAN E-TRUST TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PENGGUNA MODA TRANSPORTASI GRAB DI TANGERANG SELATAN

In this research used survey method, that is to explain influence between independent
variable that is electronic service quality and electronic trust to dependent variable that is
customer satisfaction and explain relation between variable. The population in this study is
the consumer of Grab Car transport users in Bintaro, South Tangerang. The sampling
technique uses accidental technique, ie random sampling of the sample that met on that day.
Based. Technique of collecting data that is done is test of questioner, that is data collecting
technique by asking some direct statement to sample. Processing techniques and data
analysis include correlation analysis, multiple linear regression analysis, classical
assumption test, hypothesis test and coefficient of determination analysis.The result of T test
statistic shows that the quality of electronic service partially has significant effect on
customer satisfaction. Electronic confidence partially significant effect on customer
satisfaction, while statistical test F shows the quality of electronic services and electronic
trust simultaneously significant effect on customer satisfaction.

Abstrak
___________________________________________________________________
Dalam penelitian ini digunakan metode survei, yaitu untuk menjelaskan pengaruh antara
variabel bebas yaitu kualitas pelayanan elektronik dan kepercayaan elektronik terhadap
variabel terikat yaitu kepuasan pelanggan dan menjelaskan hubungan antar variabel.
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pengguna moda transportasi Grab Car di
wilayah Bintaro, Tangerang Selatan. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik
aksidental, yaitu pengambilan sampel dengan secara acak terhadap sampel yang bertemu
pada hari itu. Bedasarkan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah uji kuesioner,
yaitu teknik pengumpulan data dengan mengajukan beberapa pernyataan langsung kepada
sampel. Teknik pengolahan dan analisis data meliputi analisis korelasi, analisis regresi linier
berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis dan analisis koefisien determinasi. Hasil uji
statistik T menunjukkan bahwa kualitas pelayanan elektronik secara parsial berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kepercayaan elektronik secara parsial berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan uji statistik F menunjukkan kualitas
pelayanan elektronik dan kepercayaan elektronik secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan pelanggan.