Abstract. This research aims to identify the potential
of cultural property in Cilacap Regency as a source
for learning history. The research is conducted using
qualitative approach through three stages, namely
identifying cultural property that can be used as a
source for learning history and educational tourism,
assessing the response of history teachers on the use
of cultural property as a source for learning history,
and assessing the strategy of using cultural property
as learning sources. The results show that (1) Cilacap
has 84 potential cultural properties that can be
developed as learning resources. (2) The potential of
the cultural properties has not been fully utilized by
teachers as a source for learning history. (3) The
reasons behind this are the teacher’s lack of
information about the cultural properties and the
distance between the location of the cultural
properties and the school. (4) History teachers in
Cilacap use project-based learning as a method of
using cultural properties as a learning resource.
Author: Panduan Skripsi
Multicultural Approach in Learning as the Attempt of Reinforcing Indonesian Diversity in Elementary School
These days, the dynamics of social interaction in Indonesia is affected by various
issues that are threatening the diversity of the Unitary Republic of Indonesia (NKRI).
This study aims to describe the multicultural approach in learning in elementary school
as an effort to strengthen the student’s values of multiculturalism from an early age. The
descriptive qualitative method is used to analyze various problems related to the
implementation of multicultural approach in learning. The research was conducted in
five public elementary schools in PasarRebo Sub-district, East Jakarta. The results of
the research explains that the multicultural approach should be a soft skill for the
teachers and all components of the primary school management as an effort in fostering
tolerance, living in peace, mutual protection, mutual freedom from threats, and to
achieve the peaceful and harmonious Indonesia.
Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Pemanfaatan Talas Beneng Sebagai Komoditas Unggulan Kelompok Tani Kelurahan Juhut, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
The activity has aimed to solve the existing problem
of farmers to develop the cultivation of Talas Beneng,
which has competitiveness towards the development
of creative Industries. Talas Beneng as one of Taro
varieties of large size products with high protein content and an attractive yellow colour. Bina Mandiri
Farmers’ group is a partner in this program, which is
located in Juhut Village. Their problems include (1)
the trend change of Talas Beneng products; (2) lack
of farmers’ knowledge and skill to cultivate the plant;
(3) lack of farmers’ ability to utilize information technology (internet) as a means of marketing and business management. The solution of the problems are
(1) the cultivation training of Talas Beneng oxalic
acid levels; (2) the improvement of human resource
capacity to manage the cultivation; (3) the training of
information technology use as a marketing tool for
the product; (4) the training of human resources capacity building in terms of management and finance.
The Target of program is improving the ability of the
target group in plant engineering knowledge, marketing and financial management with the support of the
Banten provincial government, partnerships with industry and academia.
DARI KEMERDEKAAN PERS MENUJU PERSAINGAN BISNIS INDUSTRI MEDIA MASSA
Kemerdekaan pers rnerupakan bagian tak terpisahkan dari pesatnya industri media rnassa. Kemerdekaan pers mutlak diperlukan bukan hanya bagi kepentingan pers dalan menciptakan produk yang menarik sesuai kebutuhan masyarakat/ pelanggan, tapi juga merupakan satu wujud kedaulatan rakyat yang berazaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum. Sejarah menunjukkan bahwa kita tidak memiliki budaya atau tradisi melindungi kemerdekaan pers. Pada 7 Agustus 1744 media pertama di Nusantara “Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen” diluncurkan dan dua tahun kemudian surat kabar itu dilarang terbit. Selanjutnya pembredelan terhadap penerbitan pers, yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan kekuasaan menjadi biasa pada zaman pernerintahan kolonial Belanda dan pendudukan jepang
KOMUNIKASI DAN BUDAYA PELAYANAN DALAM BISNIS
Apa cirri yang kongkrit bahwa sebuah pelayanan dapat dinilai mengandung makna keunggulan komunikasi bisnis dan dirasakan bernilai bagi pelanggan sehingga di benak pelanggan terbangun persepsi positif bahwa pelayanan yang diberikan sangat menyentuh dan telah menjadi budaya perusahaan dalam pelayanan.
Komunikasi bisnis atau dalam kontek pemasaran misalnya merupakan usaha untuk menyampaikan pesan menyadarkan dan meyakinkan konsumen bahwa mereka membutuhkan jasa atau produk yang ditawarkan (sutisna, 2001)
PROGRAM PELATIHAN RED GLOVE SERVICE CULTURE DAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian menggunakan metode survei kausal dengan teknik analisis jalur. Populasi terjangkau berjumlah 134 orang. Sampel sebanyak 101. Data dihimpun melalui angket berskala Likert, Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap motivasi kerja; 2) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap kinerja karyawan; 3) terdapat pengaruh langsung negative dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. lmplikasi. peningkatan program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja akan meningkatkan kinerja karyawan.
BUDAYA KERJA DAN PERAN PEMIMPIN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya kerja dan peran pemimpin terhadap kinerja
pegawai Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penelitian
kuantitatif ini menggunakan metode survei, dengan teknik analisis jalur menggunakan SPSS 22.0 for windows.
Sampel sebanyak 195 responden, yang didapat dengan teknik purposive sampling. Data dihimpun dengan
kuesioner, berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan: (1) budaya kerja berpengaruh positif yang signifikan
terhadap kinerja pegawai, ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,693 dengan persamaan regresinya Ẍ3
= 19,889+ 0,752X1. (2) peran pemimpin berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai, ditunjukkan
dengan koefisien korelasi sebesar 0,379 dengan persamaan regresinya Ẍ3 = 51,622 + 0,312X2. (3) budaya kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap peran pemimpin, ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar
0,587 dengan persamaan regresinya Ẍ2 = 18,853+ 0,774X1. Implikasi, peningkatan kinerja pegawai dapat
dilakukan dengan meningkatkan budaya kerja dan peran pemimpin.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA REDTOP HOTEL & CONVENTION CENTER
This research aims to examine and analyze the effects of leadership style, work motivation and work culture on employee performance at REDTOP Hotel & Convention Center. Type of survey research with descriptive model which is one of quantitative techniques. Population of all employees of REDTOP Hotel & Convention Center. Accidental sampling sampling technique. Determination of samples using Slovin formula found a sample of 148 employees. Multiple linear regression analysis The results showed that the variables of leadership, work motivation and work culture are correlations between independent variables (leadership, work motivation and work culture) to the dependent variable (employee performance) and have a moderate to strong relationship, in addition, the percentage of donation the influence of leadership variables, work motivation and work culture on employee performance is high enough, while the rest is influenced by other variables. Suggestion for further research is, doing research of the influence of career ladder factor, salary, work stress, work environment so that can know which factor more influence to improve employee performance at REDTOP Hotel & Convention Center.
INFORMASI, SUMBER KREATIVITAS & INOVASI ENTREPRENEUR
Jika ada modal usaha yang lebih penting dari uang, berapapun besarnya, modal itu adalah ide-ide cemerlang dan impian, sebagian besar wirausahawan yang sukses memulai usahanya dari ide-ide atau gagasan yang orisinil. Gagasan atau ide tersebut sumbernya adalah informasinya, seperti dalam kasus Bill Gates yang bermimpi bahwa suatu saat personal Komputer (PC) akan tersedia di rumah setiap orang. Impian itu kini menjadi kenyataan. Di Indonesia ada Tirto Utomo yang bermimpi cukup aneh untuk bersedia membeli air mineral, dan sekarang mimpi itu terbukti dengan banyaknya orang mengkonsumsi Aqua dan Vit setiap hari. Lebih gila lagi apabila kit amau minum the yang sudah berhari-hari atau berbulan-bulan, dan sekarang terbukti hampir diseluruh pelosok negeri ini tersedia the tersebut dalam kemasan botol maupun kotak.
Demikian pula ketika anda pergi ke sebuah kafe dan ternyata anda tidak mengkonsumsi minuman keras dan salah satu minuman yang cocok adalah “Soft Dring” Entah mengapa sebagian dari kita memilih Coca Cola. Pernahkah kita berpikir sebetulnya apa yang telah dilakukan sehingga hampir sebagian orang terpengaruh untuk memeilih. Dan pernahkah anda berpikir darimana orang-orang mendapatkan gagasan-gagasan cemerlang yang membuat usahamereka luar biasa suksesnya, tiada lain sumbernya adalah informasi, mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan jawaban bahwa lahirnya kreativitas dan inovasi itu bukan dari mistik dan tidak hanya untuk sekelompok orang. Setiap orang memp[unyai kemampuan untuk berkreativitas dan berinovasi suatu usaha yang sukses adalah usaha yang menyadari bagaimana menginplementasikan secara kreatif dan utuh beberapa nilai-nilai wirausaha (entrepreneur) kedalam lingkungan dan bisnis yang perubahannya sangat cepat.
PROGRAM PELATIHAN RED GLOVE SERVICE CULTURE DAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian menggunakan metode survei kausal, dengan teknik analisis jalur. Populasi terjangkau berjumlah 134 orang. Sampel sebanyak 101. Data dihimpun melalui angket berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap motivasi kerja; 2) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap kinerja karyawan; 3) terdapat pengaruh langsung negatif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Implikasi, peningkatan program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja akan meningkatkan kinerja karyawan.