The Effect of Water Surface Level in sensible heat material on Yield of Single Basin Solar Still_ Experimental Study_Gabung

The Effect of Water Surface Level in sensible heat material on Yield of Single Basin Solar Still_ Experimental Study_Gabung http://repository.uhamka.ac.id/1104/1/1.6.The_Effect_of_Water_Surface_Level_in_sensible_heat_material_on_Yield_of_Single_Basin_Solar_Still__Experimental_Study_Combine.pdf Download Disini !

PERBANDINGAN EMOLIEN VCO, MINYAK ZAITUN DAN MINYAK JAGUNG TERHADAP SIFAT FISIK BALSEM STIK DENGAN PENGIKAT VASELIN ALBA ATAU ADEPS LANAE

Penggunaan balsem dengan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit dapat menyebabkan rasa panas dan lengket di jari tangan. Pembuatan balsam stik merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut. Balsem stick dipengaruhi oleh komponen-komponen yang digunakan yaitu minyak, lilin dan lemak. Penggunaan minyak dan lemak yang memiliki kandungan asam lemak dan bobot molekul yang berbeda akan mempengaruhi sifat fisik balsem stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan VCO, minyak zaitun dan minyak jagung dengan pengikat antara Adeps lanae dan Vaselin alba terhadap sifat fisik balsem stick metil salisilat. Semua sediaan balsam stik dibuat dengan metode yang sama dan dievalusi meliputi uji organoleptik, homogenitas, kekerasan dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan titik lebur dan kekerasan, namun semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik balsem stick. Formula dengan VCO dan variasi Adeps lanae menunjukan titik lebur dan kekerasan tertinggi yaitu 65,760C dan 2,13 mm. Hasil data statistik Kruskal Wallis menunjukkan sig < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan dari setiap formula. Berdasarkan hasil pengamatan disimpulkan bahwa VCO dengan Adeps lanae dalam kombinasi Carnauba wax dan Cera alba memberikan titik lebur, kekerasan dan nilai yield value yang tinggi.

Analisis level makroskopis, mikroskopis dan simbolik mahasiswa dalam memahami elektrokimia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa dilihat dari aspek makroskopis, mikroskopis dan simbolik dalam memahami konsep. Fenomena pembelajaran kimia yang ditemukan hampir selalu terfokus pada tingkat makroskopik berupa rumus dan angka, sedangkan tingkat yang sering luput dari pengematan adalah tingkat mikroskopik dan simbolik seperti penyajian diagram dan proses reaksi kimia. Salah satu sifat dari ilmu kimia adalah cenderung bersifat abstrak dan kompleks, seperti proses terjadinya reaksi elektrolisis dimana terjadi pergerakan partikel yang tidak dapat diamati oleh mata sehingga sering terjadi miskonsepsi dalam memahami konsep kimia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan pendekantan kuantitatif dilakukan pada mahasiswa semester satu sebanyak 40 orang di prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka. Sampel penelitian ini diambil secara purposive random sampling dengan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pemahaman mahasiswa pada konsep elektrokimia dilihat dari level makroskopis sebesar 72.75% kategori baik, level mikroskopis sebesar 66.25% kategori baik dan simbolik adalah 70% kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan aspek makroskopis, mikroskopis, simbolik dapat menanamkan konsep secara utuh.
Kata Kunci: makroskopis, mikroskopis, simbolik, elektrokimia.

PENGARUH CORPORATE BRAND EQUITY (CBE) DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN

Penelitian bertujuan untuk mengakji pengaruh Corporate Brand Equity (CBE) dan
kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian menggunakan metode survei,
dengan teknik analisis jalur. Populasi sebanyak 132 orang, sampel berjumlah 100 orang. Data
dihimpun melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh
positif dan langsung yang sangat signifikan Corporate Brand Equity (CBE) terhadap loyalitas
pelanggan. (2) terdapat pengaruh positif dan langsung yang sangat signifikan kualitas
pelayanan terhadap loyalitas pelanggan. (3) terdapat pengaruh positif dan langsung yang
signifikan Corporate Brand Equity (CBE) terhadap kualitas pelayanan. Sebagai implikasi,
dengan perbaikan Corporate Brand Equity (CBE) yang lebih menjual di mata pelanggan dan
kualitas pelayanan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.

Comparison of carbopol 934 and 941 as thickeners on ketoconazole microemulsions based on physical stability

As a drug delivery system, ketoconazole microemulsion in virgin coconut oil (oil phase) is added with a thickening agent to create transdermal dosage form. This study aimed to compare the physical stabilities of ketoconazole microemulsions formed with different thickeners, namely Carbopol 934 and Carbopol 941. The formula used varying concentrations of Carbopol 934 and Carbopol 941, i.e., 0.15% and 0.25%. The stability was observed during eight-week storage in which the conditions were controlled by different degrees of temperature, i.e., 40C, 25-300C (room temperature), and 400C. The stability tests included organoleptic observation, pH, surface tension, viscosity, particle size, and zeta potential. Based on the Kruskal-Wallis test results, ketoconazole microemulsion with Carbopol 941 that had been stored in different temperature showed a significant difference in particle size (significance value< 0.05), but it did not apply to Carbopol 934. The evaluation revealed that compared to 0.25% of Carbopol 934, microemulsion with 0.15% of Carbopol 934 had a smaller difference between the time intervals. This research concluded that the use of 0.15% of Carbopol 934 as a thickener in ketoconazole microemulsion had better physical stability compared to Carbopol 941 due to the influence of temperature and length of storage.

CUSTOMER LOYATY IN CHEMICAL COSMETICS: ANALYSIS OF PRODUCT DIFFERENTIATION, SERVICE DIFFERENTIATION, AND PRICE PERCEPTION

The cosmetics industry is one of the leading industries in Indonesia. The challenge
today is more than 90% of its raw materials still have to be imported. PT
Nardevchem Kemindo is an importer and trading company of chemical raw materials
for the cosmetics industry. This study aims to examine the influence of product
differentiation, service differentiation and price perception on customer loyalty. The
research population is 268 customers who are cosmetics manufacturers. The
sampling technique is proportionate stratified random sampling, so selected 75
customers. Research data is collected by using questionnaire from respondents who
are leaders or representatives of the company. The analysis technique is multiple
linear regression with 5% significance level. The results show that partially product
differentiation and service differentiation have positive and significant influence to
customer loyalty, while price perception variable has no significant influence to
customer loyalty. Simultaneously product differentiation, service differentiation and
price perception have positive and significant influence to customer loyalty. Based on
this study, PT Nardevchem Kemindo needs to do a marketing mix strategy by
combiningvariable of product differentiation,service differentiation and price
perception, with emphasis on dimension of product form, ordering ease and lower
price than competitor.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU

Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh (1) kepemimpinan kepala
sekolah terhadap kinerja guru, (2) motivasi kerja guru terhadap kinerja guru, dan (3) kepemimpinan kepala
sekolah terhadap motivasi kerja guru. Penelitian menggunakan metode survei, dengna teknik analisis jalur.
Populasi berjumlah 153 orang. Sedangkan sampel sebanyak 110 orang. Data dihimpun melalui teknik angket,
dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial, untuk uji hipotesis digunakan uji korelasi dan regresi
sederhana serta analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung positif
kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. 2) terdapat pengaruh langsung positif motivasi kerja guru
terhadap kinerja guru. 3) terdapat pengaruh langsung positif kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi
kerja guru. Implikasinya, peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru, akan
meningkatkan kinerja guru.

PENGARUH BUDAYA KERJA, KOMPETENSI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR. HAMKA

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mengetahui pengaruh Budaya Kerja,
Kompetensi dan Disiplin Kerja terhadap kinerja dosen. Metode yang digunakan dalam penelitian
deskriptif ini dengan pendekatan kuantitatif, metode survei, kuisioner dan teknik analisis jalur. Hasil
pengujian hipotesis terdapat pengaruh langsung yang signifikan Kompetensi (X1) terhadap Kinerja
Dosen (X3) sebesar 59%, Disiplin Kerja (X2) tidak berpengaruh langsung terhadap Kinerja Dosen
(X3) karena kecilnya pengaruh hanya 4,6%, Kompetensi (X1) berpengaruh langsung terhadap
Disiplin Kerja (X2) sebesar 40%, Kompetensi (X1) tidak berpengaruh langsung yang signifikan
terhadap Kinerja Dosen (X3) melalui Disiplin Kerja (X2) dan terakhir terdapat pengaruh langsung
yang signifikan Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja Dosen (X3) melalui Kompetensi (X2) sebesar
48,6%. Kinerja dosen yang terkait dengan 3 indikator dalam penelitian ini yaitu waktu, kualitas dan
kuantitas dapat meningkatkan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian
masyarakat. Peningkatan kompetensi dosen untuk melaksanakan suatu pekerjaan secara profesional
berdampak baik terhadap kompetensi pendagogik, kompetensi professional, kompetensi
kepribadian, dan kompetensi social. Indikator disiplin kerja dalam mentaati peraturan dan prosedur
kerja, kehadiran tepat waktu, penyelesaian pekerjaan, dan penggunaan sarana dan prasarana
mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kinerja dosen melalui kompetensi.