Penyuluhan Penggunaan Obat Rasional (POR) dalam Swamedikasi Kepada Masyarakat RW 18 Desa Cijengkol Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi

Swamedikasi merupakan upaya pengobatan sendiri oleh
masyarakat untuk mengatasi gejala penyakit, tanpa bantuan dari tenaga
kesehatan. Penatalaksanaan yang irrasional dapat mengakibatkan berbagai
kerugian seperti kesalahan pengobatan karena ketidaktepatan diagnosis
sendiri; penggunaan obat tidak sesuai karena perolehan informasi yang salah
dari media; pemborosan waktu dan biaya; dapat menimbulkan reaksi obat
yang tidak diinginkan seperti sensitivitas, alergi, efek samping atau resistensi.
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan
pengetahuan masyarakat lingkungan RW 18 Desa Cijengkol Kabupaten
Bekasi terutama para ibu mengenai obat yang rasional serta pemberian
informasi Dagusibu (Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang obat) di
lingkungan rumah tangga. Penyuluhan diberikan dengan metode ceramah
interaktif. Efektifitas penyuluhan diuji dengan rancangan quasi eksperimental
pre dan post design. Peserta diberi kuisioner pre-test, selanjutnya diberi
intervensi penyuluhan dan terakhir diberikan kuisioner post-test. Hasil
pengamatan kegiatan menunjukkan bahwa para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dan hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh
pemberian penyuluhan dalam peningkatan pengetahuan mengenai
penggunaan obat rasional (POR) dalam swamedikasi berdasarkan hasil uji tberpasangan
dan uji wilcoxon.

Pharmacognostical, Preliminary Phytochemical Evaluation and Flavonoids Content of Paederia foetida Linn.

Paederia foetida, locally (Indonesia) known as “sembukan “and “skunkvine” (English), is one of Rubiaceae
family member that has a diverse pharmacological and phytochemical importance. The name derives from the
distinct odor when the leaves are crushed. The species name “foetida” is a Latin word for “stinky” or “foul
smelling”. The current work was investigated to perform the morphoanatomical, physicochemical,
phytochemical analysis and flavonoids content of Paederia foetida Linn. Pharmacognostical studies were carried
out for different parameters include macroscopic, microscopic, and fluorescence. Physicochemical parameters,
like the loss on drying, ash value, extractive values, etc. were measured as per WHO guidelines. Preliminary
phytochemical screening was also performed for major groups of compounds and the flavonoid content. The
TLC profile of the leaves extracts (n-hexane, DCM and ethanolic) of P. foetida showed 9, 7 and 3 spots
respectively in the different solvents. The total flavonoid concentration was 1.32 mg/g, expressed as quercetin
equivalents. The various macroscopic, microscopic, physical and phytochemical parameters listed here for P.
foetida, and the present work can be used with respect to its identification, authentication, and standardization.