Perkembangan Desain Pembangkit Uap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Jenis PWR

Telah dilakukan kajian dan analisis perkembangan pembangkit uap pembangkit listrik tenaga nuklir jenis PWR untuk mengetahui keandalan, kinerja, dan potensi ketidaksesuaian pembangkit uap. Pembangkit uap termasuk salah satu sistem yang sangat penting dalam suatu pembangkit listrik tenaga nuklir, karena pembangkit uap berfungsi untuk menghasilkan uap yang diperlukan untuk menggerakkan turbin. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) jenis PWR adalah jenis reaktor daya yang menggunakan air sebagai moderator dan uranium diperkaya sebagai bahan bakar. Kajian pada penelitian sebelumnya tentang pembangkit uap ini adalah terjadinya mekanisme degradasi yang disebabkan oleh fretting, wastage, crack, dan fatik. Untuk meminimalisir degradasi tersebut dianjurkan untuk melakukan kegiatan perawatan yang konsisten. Kajian dilakukan dengan mengumpulkan data reaktor beserta sistem yang terkait dengan pembangkit uap dari PLTN jenis PWR. Dilakukan pula kajian terhadap kriteria dan persyaratan keselamatan, tinjauan terhadap perkembangan desain pembangkit uap, serta berbagai pengalaman pengoperasian PLTN jenis PWR. Pengalaman pengoperasian PLTN PWR menunjukkan kinerja yang cukup baik, dan sampai saat ini belum pernah ada PLTN jenis PWR yang mengalami kecelakaan fatal. Dilakukan pula pengkajian terhadap
beberapa pembangkit uap PLTN jenis PWR di Amerika Serikat dan Perancis Dari hasil bahasan dapat diketahui bagaimana desain pembangkit uap PLTN jenis PWR dikembangkan sejak desain pertama sampai desain terakhir. Dapat disimpulkan bahwa desain dan teknologi keselamatan dari pembangkit uap PLTN jenis PWR dikembangkan secara bertahap untuk memenuhi peningkatan keandalan. Dewasa ini desain pembangkit uap PWR telah dikembangkan lebih kompak, vertical, kualitas uap yang tinggi, serta menunjukkan kemampuan pengoperasian dan efisiensi yang lebih baik.

Students’ Recognition of Learning English Reading Mediated by Computer

Despite of Indonesian government’s initiative for enhancing technology in educational practices,
the use of computer to mediate teaching/learning seems to be hesitant. This paper is to expose students’ recognition of learning English reading mediated by computer. Case study was used as research design. Results of the research expose no evidence that students with better English background would be successful in this mode of learning reading. However, students who participate more in learning sessions tend to have better achievement in English reading. Furthermore, students recognize that computer mediated learning reading is interesting and brings benefits from the view point of learning flexibility, interactivity, variety of contents, and performance by which motivate them to complete their own learning. The absence of teacher falls into two: 1) teacher’s absence would lower students’ psychological burden, and 2) explanations from teacher remains needed in face-to-face interaction.

Rancang Bangun Attenuator 105 MHz-990 MHz

Penggunaan Band Stop Filter pada Attenuator banyak digunakan karena rentang frekuensi attenuasi yang besar, serta perhitungan komponen yang tidak rumit. Penggunaan dioda pada rangkaian digunakan sebagai pemotong level tegangan pada sisi rangkaian pararel dan penahan arus DC pada sisi rangkaian serial. Model tipe π digunakan dengan cara pemberian arus pada baterai agar dapat memberikan level attenuasi yang besar. Rangkaian didalam attenuator ini menggunakan komponen pasif dimana komponen yang digunakan adalah sebuah dioda sebagai penyearah, kapasitor, resistor dan induktansi dan lain-lain. Metode pembuatan alat ini dengan cara merancang sebuah rangkaian yang telah ditentukan nilai komponennya. Di dalam pengujian alat ini digunakan sebuah spectrum analyzer atau function generator untuk melihat frekuensi gelombang radio yang sudah diredam.

Peran Sistem Informasi Berbasis TIK dalam Upaya Membangun Good University Governance

Membangun Perguruan Tinggi Yang Unggul dan Kompetitif bukanlah hal yang mudah, akan tetapi perguruan tinggi manapun akan dapat mencapainya apabila mampu membangun tata kelola yang baik (Good University Givernance), maka membangun GUG merupakan sebuah keniscayaan. Secara umum tata kelola terkait dengan aspek transparansi, akuntabilitas, Responsivitas, kepemimpinan, komitmen dan efisiensi dan efektifitas. Namun tata kelola menjadi persoalan lebih pelik, manakala tuntutan tata
kelola yang baik mengharuskan adanya perubahan dan inovasi dari sistem yang ada dalam mencapai visi dan misi Perguruan Tinggi. Sistem Informasi berbasis TIK adalah salah satu solusi untuk dapat mewujudkan Transparansi, efisiensi, efektifitas dan akuntabilitas Perguruan Tinggi. Sistem Informasi yang handal akan dapat memberikan layanan yang cepat, tepat dan akurat sehingga dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat khususnya sivitas akademika. Untuk mencapai tata kelola yang baik, kadang-kadang diperlukan suatu gerakan perubahan budaya organisasi secara simultan, yaitu gerakan yang mampu mengubah
semua kelemahan dan ketidakberdayaan organisasi menjadi lebih handal dan produktif. Dengan demikian, diperlukan reorganisasi dan pemberdayaan di semua lini organisasi, sehingga dengan tata kelola yang baik akan dapat dicapai kesuksesan organisasi sebagaimana yang dicita-citakan.

Kajian Perhitungan dan Penerapan Algoritma RSA pada Proses Pengamanan Data

Algoritma RSA merupakan salah satu kriptografi asimetri, yang menggunakan dua kunci berbeda yaitu kunci public (public key) dan kunci pribadi (private key). Kunci publik bersifat tidak rahasia sedangkan kunci pribadi bersifat rahasia. Dalam kriptografi asimetri, dua kunci tersebut diatur sehingga memiliki hubungan dalam suatu persamaan aritmatika modulo. Dalam dunia kriptografi terdapat dua profesi, yakni kriptografer dankriptanalis. Seorang kriptografer akan berusaha untuk menciptakan algoritma kriptografi sekompleks mungkin, sedangkan seorang kriptanalis akan berusaha untuk memecahkan algoritma tersebut agar dapat mengetahui pesan yang dirahasiakan. Kriptanalis berperan sebagai penguji dari suatu algoritma kriptografi atau menjadi penyerang untuk mengetahui informasi rahasia yang sesungguhnya tidak berhak untuk ia ketahui. Suatu serangan dapat digolongkan sebagai serangan pasif, yakni serangan yang tidak merubah isi dari pesan, atau serangan aktif, yang dapat mengubah isi dari suatu pesan. Meskipun kriptografi asimetri menggunakan kunci publik yang dapat melewati saluran tanpa pengamanan, namun bukan berarti kriptografi ini tidak bebas dari serangan. Metode timing attacks memanfaatkan proses perhitungan suatu kunci, sehingga jika terdapat suatu kebocoran selama pemrosesan, maka informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kunci pribadi yang digunakan. Pencegahan terhadap timing attacks dapat dilakukan dengan cara memodifikasi persamaan aritmatika modulo yang digunakan, sehingga menambah kompleksitas dari perhitungan. Pada makalah ini akan dibahas bagaimana algoritma RSA diterapkan dan diaplikasikan serta pencegahannya terhadap adanya timing attacks.

PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP/MTs

Pola pendidikan di Indonesia terbentuk melalui sejarah yang panjang. Dimulai pada
jaman Hindu-Buddha sampai penjajahan Jepang, pola pendidikan yang terbentuk
hampir sama yaitu guru dianggap sebagai orang yang sangat dimuliakan karena peran
guru diambil oleh kaum Brahmana (jaman Hindu-Buddha), ustad/ajengan (jaman
perkembangan agama Islam), pemuka agama Katolik Roma (jaman penjajahan
Portugis), tokoh agama Protestan (jaman penjajahan Belanda) dan tokoh pribumi
yang dianggap berpengaruh (jaman penjajahan Jepang).
Namun pola tersebut sudah tidak dapat diterapkan karena guru bukan satu-satunya
sumber informasi pada saat peserta didik belajar. Belajar juga bukan lagi hanya
belajar di dalam kelas tapi juga diluar kelas dengan mengembangkan aspek kognitif,
afektif dan psikomotor serta soft skills.
Tujuan pembuatan tulisan ini adalah untuk merevitalisasikan kembali pembelajaran
sejarah diperlukan agar peserta didik tidak hanya hapal tapi justru memahami esensi
belajar sejarah itu sendiri melalui pendidikan yang holistik (menyeluruh). Peserta
didik harus tahu bahwa hidup mereka sekarang ini karena jasa para pahlawan bangsa
yang sudah memperjuangkan kemerdekaan. Tentu saja bukan hal yang mudah
ditengah budaya yang berkembang sekarang ini.
Pendidikan holistik merupakan sebuah perjalanan pendidikan untuk aktualisasi diri
dan realisasi diri melalui hubungan dan keterkaitan antara individu, kelompok dan
dunia sehingga terintegrasi satu sama lain. Pendidikan formal hanyalah titik awal dari
proses seumur hidup.

KEMISKINAN PEREMPUAN DAN RENTENIR DI PERKOTAAN SERTA PENANGGULANGANNYA

Para peneliti kemiskinan telah memiliki konsensus bahwa permasalahan kemiskinan
adalah permasalahan yang multidimensional. Penjelasan mengenai kemiskinan pada
Copenhagen Programme of Action of the World Summit for Social Development tahun 1995
yang menyebutkan bahwa kemiskinan mempunyai berbagai wujud, termasuk kurangnya
pendapatan dan sumber daya produktif yang memadai untuk menjamin kelangsungan hidup;
kelaparan, dan kekurangan gizi; kesehatan yang buruk; keterbatasan akses pendidikan dan
pelayanan dasar lainnya; peningkatan morbiditas dan peningkaan kematian akibat penyakit;
tunawisma dan perumahan yang tidak memadai; lingkungan yang tidak aman; dan
diskriminasi sosial dan pengucilan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menambahkan
kemiskinan dicirikan oleh kurangnya partisipasi dalam pengambilan keputusan dan dalam
kehidupan sipil, sosial, dan budaya (Barrientos, 2010 dalam (Badan Pendidikan dan
Penelitian Kesejahteraan Sosial, 2012, hal. 1)).

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME BAGI GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK

Kompetensi guru profesional meliputi kemampuan guru mengenal peserta didik yang
dilayaninya secara mendalam, menguasai bidang studi secara keilmuan dan kependidikan
dalam hal mengemas materi pembelajaran, kemampuan menyelenggarakan pembelajaran
yang mendidik mulai dari perancangan sampai pemanfaatan hasil penilaian terhadap proses
dan hasil pembelajaran serta pengembangan profesionalitas yang berkelanjutan. Namun
beberapa hasil penelitian memperlihatkan motivasi guru untuk segera ikut sertifikasi
bukanlah untuk meningkatkan profesionalime atau kompetensi mereka tetapi terkesan
semata-mata untuk mendapatkan tambahan penghasilan melalui tunjangan profesi. Penulisan
makalah ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi guru yang
bersertifikat pendidik, pengembangan profesionalisme guru di sekolah serta implementasi
Pengembangan Profesionalisme Guru. Metode yang digunakan adalah studi kasus sehingga
memperoleh deskripsi yang utuh dan mendalam dari sebuah permasalahan. Hasil temuan
berdasarkan penelitian terdahulu memperlihatkan bahwa guru belum optimal dalam
mengembangkan profesionalismenya, sehingga diperlukan pendekatan model kebijakan yang
komprehensip mulai tingkat sekolah sampai ke kementrian sehingga dengan beban kerja yang
ada masih tetap mampu mengembangkan profesionalismenya.

ROLE OF FAMILY ENVIRONMENT IN CHARACTER DEVELOPMENT

Family environment as the environment is known first and foremost a child has a decisive role in helping
the development of his personality. One effort is the essential meaning is to invite the children to enable
themselves with moral values to have and develop the basics of character development. These efforts
demonstrate the need for the position and responsibilities of parents. Help parents in laying the
foundations and development in the character formation of children is to create conditions that encourage
children to have the basics of good character and in its development involves two subjects namely
parents as educators and children as the educated. This paper comprehensively want to see how the
character formation of children in the family environment seen from the pattern adopted by foster parents,
with the approach of descriptive analytical method. Thus the character that develops in children can be
seen from the pattern adopted by foster parents in the home.

NASIONALISME PEMUDA DALAM PERUBAHAN SOSIAL

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melihat bagaimana perubahan nasionalisme pemuda dalam perubahan sosial. Nasionalisme terancam retak oleh krisis-krisis yang menyeruak: krisis moneter, krisis moral, krisis sosial, krisis politik, krisis kebangsaan dan sebagainya. Krisis yang berkepanjangan tersebut antara lain disebabkan oleh berbagai masalah sosial kemasyarakatan seperti pertentangan politik, etnik, sosial budaya dan merebaknya sikap, perilaku permisif terhadap korupsi, kolusi dan nepotisme yang berlangsung lama. Metode penulisan yang dipergunakan adalah metode deskriptif analitis.
Perubahan cara pandang pemuda tentang nasionalisme terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam kehidupan terutama dalam kehidupan sosial. Perubahan yang terjadi dari tahun ke tahun sedemikian cepat sehingga mempengaruhi pola pikir dan sikap pada masyarakat yang mengalami perubahan tersebut. Dalam pengertian yang sangat luas perubahan sosial didefinisikan sebagai perubahan penting dari struktur sosial dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial.